IMI Jatim Siapkan Regulasi Kompetisi Kendaraan Listrik (EV) Musim 2026
Industri otomotif dunia tengah mengalami transformasi besar-besaran menuju era elektrifikasi, dan Indonesia tidak ingin ketinggalan dalam momentum bersejarah ini. Menyambut musim balap tahun 2026, IMI Jatim mengambil langkah progresif dengan mulai menyusun dan menyiapkan kerangka regulasi komprehensif untuk kompetisi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mengikuti tren global, melainkan sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah terkait transisi energi bersih serta mewujudkan ekosistem balap yang lebih ramah lingkungan di wilayah Jawa Timur.
Penyusunan regulasi untuk Kompetisi Kendaraan Listrik memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Fokus utama dalam aturan baru ini adalah aspek keselamatan teknis, terutama yang berkaitan dengan sistem baterai dan kelistrikan tegangan tinggi. Dalam kompetisi balap, risiko kecelakaan selalu ada, namun pada mobil atau motor listrik, terdapat risiko tambahan seperti kebakaran baterai yang memerlukan penanganan khusus. Oleh karena itu, organisasi di Jawa Timur ini bekerja sama dengan pakar teknik elektro dan pemadam kebakaran untuk merumuskan standar keamanan sirkuit serta prosedur evakuasi medis yang spesifik bagi peserta kompetisi kategori elektrik.
Selain aspek keamanan, regulasi ini juga akan mengatur standarisasi performa untuk menciptakan kompetisi yang adil. Tantangan terbesar dalam balap EV adalah keberagaman teknologi motor listrik dan kapasitas baterai yang tersedia di pasar saat ini. Pengurus daerah sedang merumuskan pembagian kelas berdasarkan output daya (kW) dan berat kendaraan agar persaingan di lintasan tetap kompetitif dan menarik untuk ditonton. Standarisasi ini juga mencakup penggunaan komponen aftermarket yang diizinkan, sehingga inovasi lokal tetap bisa berkembang tanpa melanggar prinsip keadilan dalam olahraga otomotif.
Penyediaan infrastruktur pengisian daya cepat (fast charging) di area sirkuit juga menjadi poin penting dalam pembahasan regulasi musim 2026. IMI Jawa Timur berupaya menggandeng berbagai pihak, termasuk PLN dan perusahaan penyedia layanan pengisian baterai, untuk memastikan bahwa setiap gelaran balap didukung oleh pasokan daya yang stabil. Regulasi ini nantinya akan mewajibkan setiap penyelenggara acara untuk menyediakan fasilitas pengisian daya yang memadai di area paddock, sehingga manajemen energi menjadi salah satu strategi penting yang harus dikuasai oleh setiap tim balap yang berpartisipasi.