Sektor Otomotif Fokus Bidik Pasar Aftermarket Global Miliaran Dolar
Sektor Otomotif Fokus pada pengembangan lebih lanjut, tidak hanya sebatas penjualan kendaraan baru, tetapi juga membidik potensi besar di Global Automotive Aftermarket Industry. Meskipun industri otomotif Indonesia telah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 2,5 persen dari Januari hingga Agustus 2024 dan mencatatkan penjualan domestik 560.000 unit kendaraan roda empat, serta ekspor yang signifikan (296.000 unit CBU dan 30.000 unit CKD), porsi Indonesia di pasar purnajual global masih relatif kecil.
Saat ini, Indonesia belum menjadi pemain dominan di ranah aftermarket global, di mana Tiongkok menguasai sekitar 34 persen pangsa pasar. Namun, ini justru menjadi peluang besar bagi Sektor Otomotif Fokus untuk berekspansi. Proyeksi menunjukkan bahwa pasar aftermarket global akan mengalami pertumbuhan pesat, diperkirakan akan melambung dari 400 miliar dolar AS pada tahun 2023 menjadi 550 miliar dolar AS pada tahun 2028. Lonjakan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk kemajuan teknologi kendaraan, bertambahnya usia rata-rata kendaraan di jalan, serta perubahan preferensi konsumen dan pertumbuhan e-commerce.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada sebuah kesempatan pada 5 Oktober 2024, menegaskan bahwa potensi bagi Sektor Otomotif Fokus di industri aftermarket ini sangat terbuka lebar. Beliau menekankan pentingnya bagi para pelaku industri untuk memahami tren terkini dan dinamika pasar agar dapat menjadi lebih kompetitif dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Hal ini mencakup investasi dalam inovasi suku cadang, aksesori, dan layanan terkait kendaraan yang semakin canggih.
Peluang ini diperkuat dengan fakta bahwa jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat, mencapai lebih dari 180 juta unit, diiringi dengan usia kendaraan yang semakin tua dan intensitas penggunaan yang tinggi. Situasi ini secara alami menciptakan lonjakan kebutuhan akan suku cadang pengganti, perawatan, dan layanan berbasis teknologi. Pameran dagang internasional seperti INAPA 2025, yang akan berlangsung pada 21–23 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menjadi platform strategis bagi industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menjalin kemitraan di sektor aftermarket.
Dengan strategi yang terarah dan kemauan untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, Sektor Otomotif Fokus memiliki kesempatan emas untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga merambah pasar aftermarket global yang bernilai miliaran dolar. Ini adalah langkah krusial untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional dan memperkuat posisi Indonesia di peta industri otomotif dunia.